Kenari Emas Tuan Muda Gu
Tuan Muda Gu bermimpi tentang seorang pelayan kuno dengan mata merah karena menangis. Baru setelah dia menemukan tanda lahir di pergelangan tangan kekasih mudanya, dia menyadari bahwa dia telah mengecewakannya selama dua kehidupan, dan kini dia harus mencintainya dengan segenap jiwa raganya! Jiwa sang protagonis wanita melintasi waktu dari zaman kuno ke tubuhnya di zaman modern, menemukan bahwa di masa lalu dia adalah seorang gundik pembantu, dan di masa kini dia masih seorang kekasih kontrak. Dia pun menerima nasibnya, tetap di tempatnya, dan bahkan membantu karakter pendukung memenangkan hati sang protagonis pria. Awalnya, sang protagonis pria memperlakukan sang protagonis wanita seperti burung kenari dalam sangkar. Namun, seiring dengan interaksi yang lebih dalam dengannya, dia perlahan-lahan jatuh hati padanya. Ketika karakter pendukung menyadari dia tidak dapat menggoyahkan hati sang protagonis pria, dia tidak menyakiti sang protagonis wanita, melainkan mulai menjodohkan sang protagonis pria dan sang protagonis wanita. Pada akhirnya, keduanya mencapai kebahagiaan bersama.